Fenomena atau Kejadian Kejadian Unik Menyambut Tahun Ajaran Baru

Fenomena atau Kejadian Kejadian Unik Menyambut Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru – Menyambut ajaran baru diawali di hari ini, Senin (15/7). Terdapat beberapa kejadian yang memberi warna hari pertama sekolah dari mulai kursi SD sampai SMA di beberapa belahan propinsi di Indonesia. Contohnya beberapa ratus siswa SMP di Makassar yang berlarian masuk kelas untuk berebutan kursi. Beberapa ditemani orang tuanya supaya mendapatkan bangku serta kelas yang diharapkan. Bahkan juga, beberapa orangtua lain sudah ada di ruang kelas supaya anaknya dapat duduk dibagian depan.

Fenomena atau Kejadian Kejadian Unik Menyambut Tahun Ajaran Baru

Berbeda dengan beberapa orangtua di Kabupaten Bandung serta Tasikmalaya, yang ikhlas semenjak subuh hadir ke sekolah supaya buah hati nya bisa duduk di kursi barisan terdepan. Kelihatan anak-anak malas sampai menangis ditinggal orang tuanya waktu bel masuk sekolah mengeluarkan bunyi.

Psikolog pendidikan Nabila Dian Nirmala, SPsi, MPsi menyorot masalah mentalitas orangtua pada kejadian itu. Ini dikarenakan mentalitas kita yang tumbuh sebab takut tidak berhasil serta ingin tetap sukses. “Jadi jika kita bicara masalah motivasi, itu ada dua: motivasi untuk sukses atau motivasi tidak untuk tidak berhasil. Nah kita ini semakin banyak terpacu oleh ‘kalo dapat gue jangan tidak berhasil deh’, bukannya kita mengusahakan untuk ‘yuk kita agar sukses kita harus bagaimana ya?'” tuturnya pada wartawan, Senin (15/7/2019).

Dia memberikan contoh kejadian rebutan kursi, yang mungkin dimotivasi oleh kemauan tidak ingin anak tidak berhasil. Keyakinan ini seringkali tersebar antara orang-tua, jika anak yang duduk di belakang kemungkinan akan tidak berhasil. Tetapi dia memperjelas masalah ini bukanlah seutuhnya salah orang-tua. Ada fungsi dari skema sekolah serta guru-guru yang mungkin kurang suportif pada langkah belajar semasing anak di mana saja mereka duduk.

Oleh karenanya, Dian menyebutkan orang-tua semestinya mulai transformasi menjadi motivasi takut tidak berhasil jadi bagaimana sang anak dapat sukses. Ingin dimana pun tempat duduk anak harus kita terima dengan ikhlas. serta mulai berpikir ajak anak untuk sukses. “Sebab kepanikan atau kekhawatiran orangtua ini pasti alami penurunan ke anak. (Jadinya) memengaruhi si anak belajarnya jadi penuh desakan lah, ‘Kalau saya duduk di belakang kelak saya bodoh’. Itu akan panjang sekali rantainya nanti,” tandas Dian.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *