Hukuman Sudah Di Jatuhkan Kepada Bupati Jepara, Namun Sang Tersangka Ajukan Keringanan

Hukuman Sudah Di Jatuhkan Kepada Bupati Jepara, Namun Sang Tersangka Ajukan Keringanan

Berita Terbaru – Ahmad Marzuqi yang sebelummnya menjabat Bupati Jepara dijatuhi 4 tahun penjara berkaitan masalah sangkaan suap. Sedang penerima suap yaitu hakim Pengadilan Negeri Semarang nonaktif, Lasito dijatuhkan hukuman 5 tahun penjara. Kedua-duanya terjebak kasus suap menyuap Rp 500 juta serta uang berbentuk dolar AS yang banyaknnya USD 16 ribu. Suap itu dikerjakan untuk menggagalkan status terduga Marzuqi berkaitan masalah sangkaan penyimpangan dana pertolongan politik untuk PPP Kabupaten Jepara 2011 serta 2012 sebesar Rp 75 juta.

Hukuman Sudah Di Jatuhkan Kepada Bupati Jepara, Namun Sang Tersangka Ajukan Keringanan

Hari Selasa (13/8) tempo hari dengan berganti-gantian mereka ikuti sidang tuntutan yang dibacakan oleh jaksa KPK, Gina Saraswati serta di pimpin oleh hakim ketua Aloysius Bayu Priharnoto. “Menjatuhkan pidana pada terdakwa berbentuk penjara sepanjang 4 tahun serta pidana denda beberapa Rp 500 juta dengan ketetapan jika tidak dibayar ditukar kurungan sepanjang 6 bulan,” kata Gina waktu membacakan tuntutan Marzuqi.

Diluar itu jaksa tuntut pencabutan hak politik untuk diambil buat Marzuqi sepanjang 5 tahun sesudah jalani waktu hukuman. Jabatan Marzuqi kepala wilayah dikatakan sebagai hal yang memberatkan. “Menjatuhkan hukuman penambahan pada terdakwa berbentuk pencabutan hak untuk diambil dalam jabatan publik sepanjang 5 tahun sesudah jalani pidana intinya,” ujarnya. Selain itu Lasito dituntut oleh jaksa dengan hukuman 5 tahun penjara serta denda Rp 700 juta subsidair 6 bulan penjara. Jaksa menampik mengajukan Justice Collaborator dari Lasito.

“Menjatuhkan pidana pada Terdakwa Lasito berbentuk pidana penjara sepanjang 5 tahun serta pidana denda beberapa Rp 700 juta dengan ketetapan, jika denda itu tidak dibayar, ditukar dengan pidana kurungan sepanjang 6 bulan,” kata Gina. Hal yang memberatkan ialah tindakan terdakwa dipandang punya pengaruh negatif dalam usaha wujudkan peradilan Indonesia yang unggul serta kurangi keyakinan warga pada penegak hukum serta instansi peradilan. “Terdakwa ialah penegak hukum,” tegasnya.

Sedang hal yang memudahkan ialah terdakwa kooperatif serta mengaku kekeliruan. Terdakwa juga kembalikan beberapa hasil tindakannya sekitar Rp 350 juta. Uang itu selanjutnya diambil alih oleh negara. Menyikapi tuntutan itu, ke-2 terdakwa akan ajukan nota pembelaan serta akan dibacakan pada sidang minggu kedepan. Marzuqi mengharap dengan pembelaannya hukuman yang didapat dapat lebih mudah dari tuntutan jaksa.

Sedang hakim Lasito kokoh masih menyebutkan terdapatnya peranan pimpinan pengadilan dalam masalah suap itu. “Perintah pimpinan itu, serta itu (uangnya) telah digunakan pembangunan rehab kantor,” kata Lasito selesai jalani sidang tuntutan. Lasito akui akan selekasnya berkomunikasi dengan kuasa hukum untuk mengulas materi pembelaan yang akan dibacakannya pada sidang kelanjutan minggu kedepan. “Pembelaannya pasti saya harus kompromi dengan pengacara, dalam kepala telah ada,” tegas Lasito.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *