Di Periksa KPK Anggota DPR Ini Akui Cuma Lengkapi Berkas

Di Periksa KPK Anggota DPR Ini Akui Cuma Lengkapi Berkas

Berita Terbaru – Dalam beberapa hari hari yang lalau. KPK memang sedang gencar melakukan tugasnnya mencari para koruptor di negeri ini. Sudah banyak dalam beberapa waktu yang lalu yang berhasil di bekap oleh KPK. Nah salah satunnya yang terbaru yang sedang di priksa KPK adalah Anggota DPR dari Fraksi PKB, Fathan Subchi. Namun Fathan Subchi akui tidak begitu lama jalani pemeriksaan di KPK. Fathan akui cuma lengkapi info lama yang pernah dikatakannya ke penyidik. “Ini hari lengkapi berkas saja,” kata Fathan selesai jalani kontrol di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Di Periksa KPK Anggota DPR Ini Akui Cuma Lengkapi Berkas

Kontrol pada Fathan ini terkait dengan masalah suap project di Kementerian PUPR dengan terduga Hong Arta John Alfred dari faktor swasta. Pertanyaan-pertanyaan penyidik disebutkan terkait dengan Hong Arta, walau demikian Fathan akui tidak mengenalnya. “Tidak mengenal, tidak tahu,” katanya. Awalnya dalam agenda pemeriksaan di KPK, ada 2 rekanan Fathan yang di panggil yakni Jazilul Fawaid serta Helmi Faishal Zaini. Dua mitra Fathan itu saling anggota DPR, saling dari Fraksi PKB.

Selain itu masalah yang melatari kontrol Fathan serta 2 koleganya jadi saksi itu adalah masalah yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2016. Waktu itu KPK tangkap Damayanti Wisnu Putranti jadi anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Saat itu Damayanti disangka terima suap berkaitan pembuatan project jalan yang diatasi Kementerian PUPR. Masalah ini terus ditingkatkan KPK sampai sekarang keseluruhan telah ada 12 orang yang terjebak, terhitung yang terbaru Hong Arta.

Hong Arta yang disebut Direktur serta Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Grup) disangka memberikan suap pada bekas Kepala Balai Pelaksana Jalan serta Jembatan Nasional (BPJJN) Daerah IX Amran Mustary serta Damayanti. KPK menyangka Hong Arta memberikan suap Rp 8 miliar serta Rp 2,6 miliar pada Amran. Ia disangka memberikan suap dan Rp 1 miliar pada Damayanti. Suap pada Amran serta Damayanti itu disangka diberi dengan setahap pada 2015.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *