Sekilas Tentang Perushaan Yang Berhasil Meretas WhatsApp

Sekilas Tentang Perushaan Yang Berhasil Meretas WhatsApp

Berita Terbaru – Tehnologi yang ditingkatkan oleh NSO Grup, perusahaan asal Israel, digunakan untuk menjebol WhatsApp. NSO yang barusan digugat oleh Facebook itu diketahui sukses besar dalam usaha software mata-mata.

Sekilas Tentang Perushaan Yang Berhasil Meretas WhatsApp

Spyware yang dibahas di sini beritanya menginfeksi melalui feature telephone WhatsApp pada versi Android atau di iOS. Hebatnya, walau menginfeksi melalui jalur feature telephone WhatsApp, spyware masih dapat menyelinap walau telephone yang masuk itu tidak dijawab korban.

Bahkan juga dalam beberapa perkara, panggilan telephone yang tidak terjawab itu dapat hilang dari log hingga pemakai WhatsApp belum pernah mengerti terdapatnya telephone itu. Spyware itu bisa terhubung beragam info pribadi pemakai, dari pesan teks sampai data lokasi.

NSO Grup berdiri tahun 2010. Mereka populer sebab membuat satu diantara spyware paling hebat di dunia yang diberi nama Pegasus. Software berikut yang disebutkan Facebook digunakan untuk membobol WhatsApp.

Keberadaan Pegasus diketahui pada Agustus 2016 waktu beritanya dia dipakai untuk memata-matai aktivis di Uni Emirat Arab. Pegasus dihubungkan dengan kematian reporter Washington Post, Jamal Khashoggi dan untuk mencari gembong narkoba Meksiko, Joaquin Guzman.

Diambil wartawan dari Guardian, Pegasus terdeteksi dipakai di 45 negara terhitung Arab Saudi, Meksiko,Bahrain, Kazhakstan dan Uni Emirat Arab. NSO menjelaskan mereka mendapatkan kontrak di 21 negara Uni Eropa.

Berkantor pusat di Gerzlia, Israel, NSO Grup dibangun oleh Imri Lavie dan Shalev Hulio yang pemegang saham. Hulio pernah kerja di militer dan Lavie dahulunya pegawai pemerintah Israel.

NSO juga seringkali dihubung-hubungkan dengan pemerintah Israel. Minimal tiga dari karyawannya kerja di Unit 8200, instansi keamanan pemerintah Israel seperti National Security Agency di Amerika Serikat. Bahkan juga ada juga yang kerja di Mossad.

“Kami jual Pegasus dalam rencana menahan kriminil dan intimidasi,” ucap Hulio. Dia mengatakan instansi intelijen mendatangi mereka sebab kurang dapat mencari data penting dari smartphone versi baru.

NSO Grup awalnya telah menangkis keterkaitannya dalam serangan WhatsApp. “Dalam kondisi seperti apa pun tidak mungkin NSO terjebak dalam operasi atau mengidentifikasi sasaran memakai tehnologinya, yang cuma dioperasikan oleh tubuh intelijen atau penegak hukum (dari satu negara),” catat NSO Grup dalam pengakuannya.

NSO menyebutkan tehnologinya itu dilisensi ke tubuh pemerintahan, dan cuma dipakai untuk melawan kejahatan dan terorisme. Badan-badan pemerintahan itu yang ingin memutuskan bagaimana tehnologi itu dipakai dan tanpa ada keterkaitan NSO.

Beberapa pengamat sebetulnya telah lama cemas tehnologi NSO disalahgunakan. “Tehnologi ini dipakai oleh beberapa diktator yang dapat lakukan operasi siber global dengan cuma membelinya,” kata Ron Deibert dari Citizen Lab, instansi pengawas hak asasi manusia di Kanada.

Telah pasti, tehnologi mata-mata sehebat itu mahal. Media di Panama pernah memberikan laporan jika pemerintahnya membayar USD 8 juta untuk menggunakan Pegasus. Pada tahun 2018, penghasilan NSO sampai USD 250 juta.

Karena sangat powerfulnya tehnologi NSO, Kementerian Pertahanan Israel meregulasi penjualannya. Tetapi tidak didapati dengan persis siapapun pemakainya dan untuk arah apa.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *