Muhadjir Meminta Agar Penerapan Mata Kuliah KKN Di Evaluasi

Muhadjir Meminta Agar Penerapan Mata Kuliah KKN Di Evaluasi

Berita Terbaru – Muhadjir Effendi selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan minta supaya penerapan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) dievaluasi. Hal itu dikatakan Muhadjir waktu buka Rapat Pelajari KKN Tematik Revolusi Mental Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019). “Pelajari dengan kejujuran sehingga dengan yang jujur, kita dapat lihat kekurangan kita untuk lakukan kebaikan,” kata Muhadjir.

Muhadjir Meminta Agar Penerapan Mata Kuliah KKN Di Evaluasi

Menurutnya, semakin lebih baik jika laporan tentang pelajari penerapan KKN ialah beberapa hal yang tidak baik, bukan malah yang baik-baik. Hal itu supaya perbaikan dapat dikerjakan untuk penerapan KKN yang akan datang. “Saya anggap semestinya makin banyak dengar beberapa hal yang tidak baik saja. Jangan yang baik-baik (diadukan) supaya kita dapat lakukan perbaikan,” tutur Muhadjir.

“Jika yang diadukan baik-baik semua tidak ada pelajari,” lanjut ia. Muhadjir sendiri memiliki komitmen akan menilai penerapan KKN dari bagian pemungutan kebijaksanaan. “Saya akan pelajari dari segi pemungutan kebijaksanaan, kurang lebih dengan apa supaya pekerjaan strategis ini dapat lebih berkembang di waktu mendatang,” katanya.

Ia sekaligus juga mengharap pekerjaan KKN terus bersambung di beberapa tahun selanjutnya serta makin berkualitas. Diluar itu, makin banyak pelibatan peserta KKN dari golongan mahasiswa dinilai akan makin baik. “Yang penting, buat mahasiswa sudah lewat proses pematangan dengan KKN tematik ini,” katanya.

Tidak hanya mempunyai dampak buat warga yang dikunjungi beberapa mahasiswa, KKN dipandang bermanfaat buat pembentukan ciri-ciri mahasiswa tersebut. Dari mulai kepmimpinan. kredibilitas, tanggung jawab sampai kerja sama. “Mereka ada di medan sebenarnya. Ini satu hal yang perlu bisa dihargai,” katanya.

Selain itu, Deputi Bagian Pengaturan Pendidikan serta Agama Kemenko PMK Agus Sartono menjelaskan, dalam penerapan KKN tahun 2019 ini, ada 42.000 mahasiswa yang masuk di warga. Dampak mereka pada warga juga tambah lebih berasa dibanding warga berkaitan kehadiran petinggi ke daerahnya.

“Dari kedatangan 42.000 mahasiswa di warga, membuahkan lebih dari 1,9 juta jam /hari karena itu hasilnya jauh lwbih baik dibanding kiriman petinggi,” katanya. Hal itu berlangsung sebab mahasiswa masih diakui warga. Buat warga, katanya, mahasiswa ialah role mode.

“Mengapa KKN Revolusi Mental dikerjakan, untuk memperlengkapi mahasiswa pengalaman tinggal di warga. Sebab saya meyakini banyak beberapa anak yang belum lihat bagaimana tinggal di warga,” katanya.

Dalam peluang itu, Kemenko PMK menyerahkan penghargaan pada beberapa kampus yang melakukan KKN dengan kelompok tersendiri. Pemenangnya, diantaranya Kampus Diponegoro untuk kelompok program paling baik, UIN Sultan Hasanuddin untuk kelompok tata atur paling baik. Selanjutnya, IAIN Tulung Agung untuk kelompok publikasi paling baik, dan Kampus Borneo Tarakan untuk kelompok peserta terfavorit.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *