Bank Otak Pertama Di Asia Tenggara Menjadi Akhirrnya Di Resmikan Di Singapore

Bank Otak Pertama Di Asia Tenggara Menjadi Akhirrnya Di Resmikan Di Singapore

Berita Terbaru – Walau ditentang oleh sanak keluarga, Lovely Fernandez (41) masih daftarkan diri jadi donor di bank otak pertama di Singapura. Dengan begitu, Fernandez merelakan otaknya untuk ditelaah oleh beberapa ilmuwan sesudah dianya wafat kelak.

Bank Otak Pertama Di Asia Tenggara Menjadi Akhirrnya Di Resmikan Di Singapore

“Saya didiagnosis menanggung derita multiple sclerosis, penyakit yang belum dapat sembuh yang membuat sisi kiri badan saya mati rasa sepanjang 10 tahun paling akhir. Saya mengharap dengan memberikan otak saya, beberapa ilmuwan bisa temukan obat untuk orang lain,” tuturnya, Rabu (27/11).

Ia hadiri peluncuran Brain Bank Singapore di Novena, yang akan sangat mungkin beberapa periset memperoleh akses ke jaringan otak beberapa orang Asia, serta diinginkan bisa tingkatkan penyembuhan penyakit karena masalah otak di benua ini.

Sarana riset yang menelan ongkos sebesar 500.000 dolar Singapura atau sama dengan Rp 5,2 miliar ini, terdapat di lantai 11 Sekolah Kedokteran Lee Kong Chian. Ini seutuhnya tergantung pada donor yang memberi otak mereka sesudah kematian untuk kebutuhan riset.

Untuk sasaran awalannya, mereka mengharap dapat memperoleh 1.000 orang yang mendaftarkan jadi donor dalam empat tahun ke depan. Tetapi dengan angka kematian seperti sekarang, direncanakan pusat analisa ini cuma akan mendapatkan seputar 20 sampai 30 donor otak per tahun.

Beda ras, beda proses dalam otak Bank otak ini dipercaya jadi yang pertama di Asia Tenggara, sesaat pusat-pusat sama telah dibangun di China, Eropa serta Amerika Serikat. Beberapa ilmuwan menjelaskan bank itu penting sebab ada ketidaksamaan relevan dari dampak masalah neurologis seperti penyakit Alzheimer serta Parkinson pada otak beberapa orang dari ras Kaukasia serta Asia. Ini bermakna jika penyembuhan serta perawatan dari dunia barat tidak bisa langsung diaplikasikan di Asia.

“Kita saat ini tahu jika latar genetik penting dalam memastikan munculnya serta mengembangnya masalah itu. Penting jika pakar saraf di Singapura mempunyai akses ke jaringan otak dari pasien dengan latar genetik serta etnis yang sesuai dengan,” kata Profesor Richard Reynolds, direktur bank otak baru.

Profesor Lim Kah Leong, wakil dekan riset di sekolah kedokteran ini, mencatat jika donor dengan latar China, Melayu, serta India sebagai wakil daerah besar di benua itu. “Riset kami dapat jadi penting tidak cuma di Singapura, dan juga di lokasi serta benua,” kata Lim Kah Leong.

Jati diri donor dirahasiakan Perlu waktu dua tahun untuk membangun bank otak yang disebut kerjasama di antara Kampus Tehnologi Nanyang, National Neuroscience Institute (NNI) serta National Healthcare Grup (NHG). Ini masih juga dalam step awal. Konsentrasi sekarang ialah membuat orang Singapura merasakan nyaman dengan inspirasi untuk memberikan otak mereka.

Tetapi, survey kecil-kecilan mengenai sikap masyarakat Singapura pada pendonoran otak yang dikerjakan NNI di kliniknya ini memberi hasil yang benar-benar positif. Lebih dari 50 % responden mengatakan kesediaan untuk terjebak. Sesudah donor dikatakan wafat, Profesor Reynolds menjelaskan otak akan diekstraksi dalam tempo 24 jam. Prosedurnya cukup cepat hingga jenazah bisa dikembalikan ke faksi keluarga untuk proses pemakaman.

Jaringan otak selanjutnya akan disimpan dalam ruang bersuhu minus 80 derajat Celsius yang bisa mengawetkan “hadiah yang benar-benar bernilai” sepanjang beberapa dekade, lebih Profesor Reynolds. Brain Bank Singapore menjelaskan jaringan otak yang sudah dikumpulkannya bisa menjadi anonim serta data pribadi donor dijaga kerahasiaannya. “Itu tidak berada di Internet, tetapi disimpan dalam computer mandiri yang cuma bisa dibuka oleh direktur serta manager bank,” kata Profesor Reynolds.

Latar beberapa periset yang mendaftarkan untuk memakai jaringan otak donor harus juga dicheck terlebih dulu oleh komisi norma. Sampai sekarang, telah ada tiga orang, terhitung Lovely Fernandez, yang mendaftarkan. “Bila saya mati pada umur 55 atau 60 tahun, otak saya akan relatif masih terbilang muda. Dibanding badan saya cuma berbaring, saya akan merasakan tambah lebih bermanfaat bila itu bisa menolong beberapa ilmuwan,” katanya.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *