Putin Menyarankan Agar Rusia Mereformasi Konstitusinnya

Putin Menyarankan Agar Rusia Mereformasi Konstitusinnya

Berita Terbaru – Presiden Rusia Vladimir Putin menyarankan reformasi pada konstitusi, yaitu referendum untuk menguatkan parlemen. Langkah itu menimbulkan pertaruhan tentang hari esok politik sang presiden sesudah berkuasa lebih dari 20 tahun. Walau, Putin tidak memberi panduan sedikit juga tentang apa yang ia kerjakan bila waktu jabatannya habis 2024 akan datang.

Putin Menyarankan Agar Rusia Mereformasi Konstitusinnya

Saran itu berlangsung mendekati penentuan parlemen 2021 akan datang, dimana tingkat kenikmatan pada partai penguasa Rusia Menyatu ada di angka rendah. Dalam pidatonya di depan beberapa politikus, Putin mengatakan petinggi publik harus memiliki peranan yang kuat di pemerintahan.

“Saya berpikir kemungkinan telah waktunya mengadakan referendum atas paket amendemen atas konstitusi negara,” tuturnya diambil AFP Rabu (15/1/2020). Bekas agen rahasia Uni Soviet (KGB) itu mengatakan, Rusia bisa makmur bila dibuat atas penghormatan pada keyakinan publik. Perkembangan itu akan memberi parlemen kuasa untuk pilih perdana mentri serta menteri kabinet, bukannya presiden.

Peranan gubernur wilayah akan dinaikkan, dengan parlemen akan dibawa berembug tentang pemilihan penegak hukum senior. Tetapi, kekuasaan penting masih ada di tangan presiden. “Rusia tetap harus jadi republik presidensial yang kuat,” tegasnya.

Sekitar 1.300 hadiri pidato yang berjalan sepanjang 70 menit itu. Salah satunya hakim senior, gubernur, sampai tokoh agama. Selanjutnya beberapa politik baik dari majelis rendah Duma, sampai majelis tinggi Dewan Federasi Rusia, disampaikan AFP. Putin berkuasa sepanjang dua dekade mengejar pengunduran diri Boris Yeltsin yang mengagetkan pada Malam Tahun Baru 1999 yang lalu.

Mulai sejak itu, pemimpin 67 tahun itu menggenggam tampuk kekuasaan. Ia sempat jadi perdana mentri saat sekutunya, Dmitry Medvedev, jadi presiden di 2008. Rintangan yang tampil di periode keempatnya termasuk berat, dengan tingkat kenikmatan publik atasnya alami penurunan tajam.

Tingkat penerimaan publik pada Putin yang paling baru ada di angka 68-70 %, alami penurunan dibanding 80 % waktu ia kembali dipilih. Ditabrak sangsi negara Barat karena pendudukan Crimea di 2014, ekonomi Rusia statis, dengan rakyat mulai kehilangan banyak penghasilan.

Puncaknya ialah pada musim panas 2019, beberapa ribu orang berunjuk rasa melawan tereliminasinya beberapa calon oposisi dari penentuan lokal. Demo itu berbuntut pada penahanan rasio besar, serta hukuman berdurasi panjang buat beberapa aktor demonstrasi.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *