Regulasi Genome Editing Di Indonesia Menurut LIPI Harus Secepatmungkin Diterbitkan

Regulasi Genome Editing Di Indonesia Menurut LIPI Harus Secepatmungkin Diterbitkan

Berita Terbaru – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melihat peraturan yang pas benar-benar diperlukan dalam peningkatan genome koreksi atau penyuntingan genom jadi terobosan tehnologi yang benar-benar berguna. Tehnologi genome koreksi adalah satu bentuk eksperimen genetika, serta jadi tehnologi yang prospek untuk ditingkatkan di Indonesia.

Regulasi Genome Editing Di Indonesia Menurut LIPI Harus Secepatmungkin Diterbitkan

Sekarang, aplikasi genome koreksi sudah meluas dalam beberapa bidang mencakup pertanian, kesehatan, lingkungan serta industri di Indonesia. Timbulnya genome koreksi serta beberapa produk hasil eksperimen genetika yang lain adalah satu bentuk perkembangan di bagian bioteknologi.

Dikatakan Pelaksana pekerjaan Deputi Pengetahuan Pengetahuan Resapi LIPI, Yan Rianto, sayangnya peningkatan aplikasi genome koreksi belum disertai dengan peraturan yang pas serta jelas. DI Indonesia, pendayagunaan tehnologi eksperimen genetik ditata dalam Ketentuan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2005 mengenai Keamanan Resapi Produk Eksperimen Genetik yang mengumpulkan hasil genome koreksi jadi Genetically Modified Organisms (GMO), hingga dalam proses pelepasannya akan ikuti ketentuan pelepasan tanaman hasil eksperimen genetika.

“Kami harap pada tahun ini, Indonesia telah memiliki ketetapan mengenai kebijaksanaan peraturan berkaitan pendayagunaan genome koreksi yang dibedakan kategorinya dengan produk eksperimen genetik lainnya,” kata Yan dalam acara bertopik “Genome Koreksi: Status Analisa Peningkatan serta Regulasinya” di Cibinong, Senin (13/1/2020).

Riset genome koreksi di LIPI Yan ungkap, sekarang LIPI lakukan riset berkaitan genome koreksi tetapi pengaplikasian ke warga masih menanti peraturan dari pemerintah. Berikut beberapa hasil riset LIPI yang sudah dikerjakan selama ini. Membuahkan genome koreksi untuk penambahan daya taruh ubi kayu. Modifikasi jalan biosintesis tanaman untuk tingkatkan kandungan lignin pada tanaman kehutanan.

Kejelasan sikap serta pemercepatan peraturan di Indonesia pada produk genome, kata Yan, benar-benar dibutuhkan supaya tehnologi ini bisa selekasnya digunakan serta diterapkan ke warga dengan optimal. Seirama dengan itu, Kepala Pusat Riset Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti, menjelaskan jika Indonesia sampai sekarang belum memiliki piranti ketentuan yang ideal tentang genome koreksi.

Walau sebenarnya, beberapa negara sekarang telah memutuskan urutan mengenai genome koreksi dalam peningkatan tehnologi bibit unggul. “Karena itu butuh kita dorong terus supaya selekasnya terjadi regulasinya di Indonesia. pentingnya kerja sama dari beberapa faksi untuk peraturan genom koreksi itu,” katanya.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *