BPS Sudah Memaukan Tarif Ojek Online Kedalam Perhitungan IHK

BPS Sudah Memaukan Tarif Ojek Online Kedalam Perhitungan IHK

Berita Terbaru – Biaya transportasi online mencakup ojek serta taksi online mulai awal tahun ini masuk jadi beberapa komoditas yang dipakai untuk hitung angka inflasi. Biaya ini sudah jadikan indeks harga customer (IHK) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Periset ekonomi INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara memandang jika dengan masuknya transportasi online jadi IHK, menunjukkan jika transportasi yang satu ini seringkali dipakai dibandingkan transportasi umum oleh warga.

BPS Sudah Memaukan Tarif Ojek Online Kedalam Perhitungan IHK

Ini mengisyaratkan jika transportasi umum masih memiliki masalah. Ia menyebutkan jika dari bagian ketersediaannya transportasi umum kurang dibandingkan permohonannya. “Ya bisa saja ini sinyal jika moda transportasi umum kita memiliki masalah. Dari bagian tersedianya tidak sesuai dengan permintaan. Ditambah lagi di jam-jam repot pada akhirnya warga sebagian pilih ojol,” papar Bhima pada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Akan tetapi ia memandang biaya transportasi online sudah wajar jadi elemen IHK. Masalahnya banyaknya pengemudi transportasi online lumayan besar. Ditambah lagi populasinya umumnya di Jabodetabek sebagai focus peredaran uang di Indonesia.

“Banyaknya memang lumayan besar saat ini driver ojol baik motor dan mobil tembus di atas 2 juta orang. Sesaat populasinya paling besar di Jabodetabek wilayah yang kuasai 70% lebih peredaran uang se-Indonesia,” papar Bhima. “Telah wajar ojol dimasukkan dalam elemen inflasi,” sambungnya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menjelaskan jika masuknya biaya transportasi online dalam IHK dikarenakan oleh minimnya infrastruktur transportasi umum. Ia menyebutkan cuma Jakarta yang mulai bagus transportasi biasanya, walau itu belum sempurna. “Infrastruktur transportasi umum di Indonesia memang termasuk jelek sekali, jadi umumnya gunakan yang online tiap hari,” papar Djoko.

Serta, ia memandang untuk di wilayah juga lebih baik memercayakan ojol serta taksi online sebab minimnya infrastruktur. Wajar saja jika transportasi online telah jadi keperluan khusus warga. “Jika disaksikan ke daerah untuk berpergian lebih bak memercayakan ojol serta taksi, sebab negara tidak berhasil membuat transportasi umum yang murah buat rakyat,” kata Djoko.

Sudah diketahui, BPS masukkan beberapa komoditas baru dalam hitung inflasi mulai awal 2020, diantaranya ialah pengeluaran untuk transportasi online. Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan ini dikerjakan berdasar pola konsumsi terbaru di masyarakat. Tidak hanya biaya transportasi online, aksesori handphone, powerbank, sampai layanan penitipan anak masuk juga dalam hitungan.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *