Ini Efek Yang Dapat Mempengaruhi Indonesia Setelah Dicabut Status Negara Berkembangnnya

Ini Efek Yang Dapat Mempengaruhi Indonesia Setelah Dicabut Status Negara Berkembangnnya

Berita Terbaru – Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi memiliki pendapat ketetapan Amerika Serikat (AS) mencoret Indonesia dari daftar negara bertumbuh mempunyai potensi memunculkan beberapa efek negatif. “Dalam kerangka ini saya pikir pertimbangannya lebih ke politis dibanding tehnis yakni ingin keluarkan Indonesia dari sarana yang biasa diterima oleh negara bertumbuh,” kata

Ini Efek Yang Dapat Mempengaruhi Indonesia Setelah Dicabut Status Negara Berkembangnnya

Fithra seperti dikutip Di antara, Minggu (23/2/2020). Ia menjelaskan, dicabutnya status negara bertumbuh membuat Indonesia tidak terima sarana Official Development Assistance (ODA) yang disebut pilihan pembiayaan dari faksi external untuk melakukan pembangunan sosial serta ekonomi.

Lewat ODA ucap Fithra, karena itu satu negara bertumbuh bukan hanya mendapatkan permodalan dari faksi external tetapi mendapatkan bunga rendah dalam berutang. “Kita bicara tentang jalinan utang karena itu kita tidak bisa klasifikasi ODA sebab dengan itu kita akan dapat memperoleh bunga yang murah jika dibawah 4.000 dollar AS dapat 0,25 %,” tuturnya.

Fithra meneruskan, efek terburuknya ialah pada perdagangan sebab Indonesia bisa menjadi subyek pengenaan biaya tambah tinggi sebab tidak difasilitaskan jadi negara bertumbuh. “Apalagi kita saat ini telah terima sarana pengurangan bea masuk Generalized Sistem of Preferences (GSP) tentu ini akan selesai dengan perkembangan status ini,” katanya.

Fithra merekomendasikan supaya pemerintah bisa mempersiapkan taktik dalam hadapi ini seperti menguatkan pasar non tradisionil sebab pasar AS dengan beberapa gejolak yang berlangsung tidak bisa dihandalkan. “Selama ini telah dikerjakan oleh pemerintah tetapi harus disaksikan lebih nyata sebab AS adanya beberapa gejolak saya pikir tidak dapat dihandalkan ,” tuturnya.

Selain itu, Fithra mengatakan perkembangan ekonomi Indonesia sebagian besar didukung oleh unsur domestik hingga tidak dipengaruhi dengan andil ekonomi internasional. Di lain sisi, usaha pemerintah untuk konsentrasi dalam menjaga mengonsumsi domestik saja belum cukup untuk melepaskan Indonesia dari middle penghasilan trap. “Kontribusi ekonomi masih didominasi unsur domestik, sejauh ini belum relevan andil ekonomi internasional pada Indonesia tetapi jika untuk tumbuh ketinggalan dari Vietnam, Malaysia, Fillipina, serta Thailand,” tuturnya.

Klasifikasi negara maju
Menurutnya, ada banyak ketetapan untuk mengklasifikasikan satu negara jadi negara maju. Seperti bidang industrinya yang perlu dapat berperan pada produk domestik bruto (PDB) minimum 30 %. “Kalau disaksikan dari ukuran negara maju Indonesia belum masuk kesana sebab negara maju ialah negara yang berperan industrinya pada GDP (gross domestic product) telah 30 % ke atas,” tuturnya.

Fithra menjelaskan, walau sekarang industri di beberapa negara maju andilnya pada PDB turun, tetapi negara itu sudah melalui tingkatan jadi negara industri hingga bisa digolongkan jadi negara maju. “Setelah melalui step itu baru dapat masuk kelompok developed. Walau saat ini negara maju andil industri pada GDP turun tapi mereka telah melalui tingkatan jadi negara industri,” tuturnya. Selanjutnya, ketetapan yang bisa mengkategorikan satu negara jadi maju ialah lewat penghasilan per kapita yang perlu di atas 12.000 dollar AS per tahun sedang Indonesia baru seputar 4.000 dollar AS per tahun.

“Hal yang dapat kita lihat yang lain ialah penghasilan per kapita yang jika negara maju itu ialah di atas 12.000 dollar AS per tahun dimana kita dibawah 4.000 dollar AS per tahun,” katanya. Tidak itu saja, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau HDI (Human Development Index) jadi salah satunya tolak ukur yakni makin tinggi IPM karena itu makin tinggi kemakmuran warga di negara itu. “Ditambah dengan HDI jika telah di atas 0,85 HDI nya itu telah jadi negara maju tetapi kita masih 0,7. Sebetulnya itu cukup sudah baik tetapi belum dapat digolongkan jadi negara maju,” tuturnya.

Author

admin@poemascortosweb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *